Cara Cepat Jadi Jago Digital Marketing (Buat yang Baru Mulai)

Cara Cepat Jadi Jago Digital Marketing (Buat yang Baru Mulai)

Lo Pikir Jadi Digital Marketer Cuma Posting di IG Aja? Pernah ngeliat bisnis kecil yang tiba-tiba jadi terkenal banget di sosmed? Atau influencer yang punya jutaan followers? Rahasianya ada di digital marketing!

Bukan cuma sekadar posting foto di Instagram, digital marketing itu jauh lebih luas dan kompleks.

Dengan belajar digital marketing, kamu bisa bikin bisnis atau personal brand kamu dikenal banyak orang, dan tentunya, bikin dompet kamu makin tebal.

Gimana caranya? langkah awal belajar digital marketingnya dimulai dari sini .

Yuk, kita bahas tuntas!

Dasar-dasar yang Wajib Lo Tau

Ada 5 bagian yang mulai harus kamu ketahui, sebelum kita lanjut lebih dalam lagi. Kalau kemarin udah bahas tentang perbedaan digital marketing dengan internet marketing, harusnya sudah mulai dapat gambaran.

Dasar dasar digital marketing untuk pemula
Dasar dasar digital marketing untuk pemula

Yuk, lanjut.

1. Apa Sih Digital Marketing Itu?

Digital marketing adalah semua upaya pemasaran yang memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau audiens dan mencapai tujuan bisnis.

Iklan di Google, postingan di Instagram, email marketing, dan banyak lagi.

Bedanya sama pemasaran tradisional: Kalau pemasaran tradisional lebih banyak pakai media cetak atau TV, digital marketing memanfaatkan internet dan perangkat digital lainnya.

2. Kenapa Harus Belajar Digital Marketing?

  • Dunia semakin digital: Hampir semua orang sekarang punya smartphone dan akses internet.
  • Jangkauan lebih luas: Bisa menjangkau pelanggan potensial di seluruh dunia.
  • Lebih efektif dan efisien: Bisa mengukur hasil secara detail dan mengoptimalkan strategi.
  • Biaya lebih terjangkau: Banyak tools dan platform digital marketing yang gratis atau berbiaya rendah.
  • Persaingan semakin ketat: Jika kamu tidak memanfaatkan digital marketing, bisnis kamu bisa ketinggalan.

3. Istilah-Istilah Keren yang Wajib Kamu Tahu

  • SEO (Search Engine Optimization): Teknik untuk membuat website muncul di halaman pertama hasil pencarian Google.
  • SEM (Search Engine Marketing): Iklan berbayar yang muncul di hasil pencarian Google.
  • Content Marketing: Membuat konten yang menarik dan bermanfaat untuk menarik perhatian audiens.
  • Social Media Marketing: Memanfaatkan platform media sosial untuk promosi.
  • Email Marketing: Kirim email promosi ke daftar pelanggan.
  • Analytics: Menganalisis data untuk mengukur kinerja kampanye.

4. Tujuan Digital Marketing

  • Meningkatkan brand awareness: Membuat merek kamu lebih dikenal.
  • Menaikkan traffic website: Menarik lebih banyak pengunjung ke website kamu.
  • Meningkatkan penjualan: Menjual produk atau jasa kamu.
  • Membangun hubungan dengan pelanggan: Membina hubungan yang baik dengan pelanggan.

5. Siapa Aja yang Butuh Digital Marketing?

  • Semua jenis bisnis: Dari UMKM sampai perusahaan besar.
  • Freelancer: Untuk mempromosikan jasa mereka.
  • Influencer: Untuk membangun personal branding.
  • Organisasi non-profit: Untuk mengumpulkan donasi dan meningkatkan kesadaran akan isu sosial.

Contoh Analogi yang Menarik:

Bayangkan kamu punya toko kue. Digital marketing itu kayak punya toko online dan akun sosial media untuk toko kue kamu.

Kamu bisa bikin foto kue yang super enak, kasih tahu resepnya, dan kasih promo menarik lewat akun sosial media.

Dengan begitu, banyak orang yang tahu toko kue kamu dan tertarik untuk membeli.

Bikin Konten yang Bikin Nagih (Biar Followers-mu Nggak Kabur!)

Ada 5 dasar – dasar yang perlu anda ketahui, kalau udah, mulai deh membuat konten marketing, langsung praktek aja biar gak bingung. Yang paling muda dimulai dari membuat konten, jika anda sudah punya skill seorang digital marketing itu jauh lebih baik.

contoh content marketing produk

1. Ide Konten dari Mana Sih?

Pasti kan akan nanya, mulai gimana? kan belum tau, namanya juga pemula, tapi pengen cepat pinter digital marketing? nah, dari 4 point ini anda bisa mulai ngonten.

  • Nguping omongan temen: Perhatikan apa yang lagi hits di kalangan teman-temanmu.
  • Stalking kompetitor: Lihat apa yang lagi mereka lakuin, terus bikin versi yang lebih keren.
  • Manfaatkan tools: Ada banyak tools gratis yang bisa bantuin lo cari ide konten.
  • Introspeksi diri: Punya pengalaman unik? Share aja! Pasti banyak yang relate.

Contoh: Lo suka banget masak? Bikin aja konten resep masakan yang lagi viral, tapi tambahin twist-nya yang bikin beda. Misalnya, resep mie instan ala ramen Jepang.

2. Bikin Judul yang Bikin Penasaran

Saya yakin anda pasti jago cara bikin-bikin judul yang bisa buat orang penasaran. Misalnya ini 5 cara menguasai digital marketing untuk pemula.

Tipsnya bisa anda mulai deh dari sini ;

  • Judul yang bikin ngakak: Kadang judul yang nyeleneh bisa bikin orang penasaran.
  • Judul yang bikin penasaran: Gunakan kata-kata tanya atau angka yang bikin orang pengen tahu lebih lanjut.
  • Judul yang bikin FOMO: Buat orang merasa kalau mereka ketinggalan sesuatu kalau nggak baca konten lo.

Contoh: “5 Alasan Kenapa Kamu Wajib Coba Mie Instan Ala Ramen Jepang Ini!”

3. Desain yang Menarik Perhatian

Udah tau buat judulnya kan? walaupun tidak menjadi kewajiban membuat gambar yang sempurna, tetapi kalau bisa anda usahakan deh membuat konten yang menarik perhatian.

  • Gunakan tools editing: Canva, Adobe Spark, atau tools gratis lainnya bisa bantu lo bikin desain yang ciamik.
  • Pilih warna yang pas: Warna bisa mempengaruhi mood orang.
  • Gunakan font yang mudah dibaca: Jangan pakai font yang ribet, nanti malah bikin mata capek.

Contoh: Buat thumbnail YouTube yang warna-warni dan eye-catching.

4. Tulisannya Jangan Bosenin

Jika anda bosan dengan bahasa formal, gunakan aja yang santai seperti artikel ini, gimana menurutmu? apakah ini bisa membantumu? agar semakin cepat menjadi seorang digital marketing?

  • Bahasa yang santai: Tulis kayak lagi ngobrol sama temen.
  • Singkat dan padat: Jangan bikin paragraf yang terlalu panjang.
  • Gunakan emoji: Buat tulisan lo jadi lebih hidup.

Contoh: “Hai guys! Hari ini aku mau bagi-bagi tips bikin kulit glowing tanpa keluar duit banyak. Siapa nih yang pengen kulitnya kayak artis Korea?”

5. Promosikan Konten Lo

Nah ini? udah jago membuat judul yang menarik dan juga design yang kece, selanjutnya pasti bertanya, enaknya posting dimana? apakah di jenis sosial media yang bisa cepat menghasilkan… hadeh.. jangan punya mental gituan.

Langsung coba deh ini ;

  • Share di semua sosial media: Jangan cuma satu platform aja.
  • Gunakan hashtag: Biar konten lo lebih gampang ditemukan.
  • Kolaborasi dengan orang lain: Bisa bikin konten bareng atau saling promosikan.

Contoh: Ajak teman-teman influencer untuk review produk lo.

6. Analisis dan Evaluasi

Ini tahapan yang paling penting dan serius menurutku, setelah lo lakuin tuh yang dari pertama sampai ke 5, baru lo tau berhasil atau gak dalam membuat konten.

  • Lihat engagement: Berapa banyak like, comment, dan share yang didapat?
  • Ukur reach: Sampai mana konten lo tersebar?
  • Perbaiki terus: Lihat apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki.

Contoh: Kalau postingan tentang resep mie instan banyak yang like dan comment, berarti orang-orang suka. Tapi kalau yang tentang tips investasi saham responnya kurang, coba ganti topik.

Intinya, bikin konten itu harus kreatif dan konsisten. Jangan takut buat eksperimen dengan berbagai gaya dan format. Yang penting, konten lo bermanfaat dan bikin orang ketagihan buat baca atau lihat terus.

Gimana? Udah siap jadi content creator yang handal?

Jangan terus mikirin uangnya atau penjualannya dulu. Makanya kalau anda sudah punya pekerjaan sekarang, terus aja dulu, sambil aja praktek pelan-pelan.

Atau jika anda UMKM masih menggunakan pemasaran tradisional, lanjutkan saja dulu, sambil pelan-pelan anda praktek Digital Marketingnya, melalui konten.

Mulainya bisa dari membuat akun Sosial Media.

Jagoin Sosial Media (Biar Akun Lo Jadi Pusat Perhatian)

Akun Sosial Mediamu udah gimana sekarang? Apakah cuma sekedarnya doang? Yang penting ada buat live atau pamer saat makan? heheh…

Strageti Pemasaran Media Sosial

Nih, biar makin update kedepannya, mulai dari sini.

1. Menguasai Algoritma (Biar Konten Lo Nggak Tenggelam)

  • Algoritma itu apa sih? Bayangin aja algoritma itu kayak resep rahasia sebuah restoran. Resep ini yang nentuin hidangan apa yang bakal keluar. Nah, di sosial media, algoritma ini yang nentuin postingan siapa yang bakal muncul di beranda followers kita.
  • Cara kerja algoritma Instagram: Instagram lebih suka konten yang bikin orang berhenti scrolling. Jadi, kalau postingan lo banyak yang like, comment, dan share, peluang buat muncul di Explore lebih besar.
  • Cara kerja algoritma TikTok: TikTok fokus banget sama video yang bikin nagih dan bikin orang pengen nonton terus. Jadi, bikin video yang seru dan kreatif ya!
  • Tips mengakali algoritma: Buat konten yang berkualitas, sering-sering live, dan jangan lupa balas komentar.

2. Interaksi Itu Penting (Bikin Followers Jadi Sahabat)

  • Balas komentar: Tunjukin kalau lo peduli sama pendapat followers.
  • Buat konten yang interaktif: Misalnya, bikin kuis, poll, atau tanya jawab.
  • Join komunitas: Ikutan grup atau komunitas yang relevan dengan niche lo.
  • Buat konten kolaborasi: Ajak influencer atau akun lain untuk bikin konten bareng.

3. Iklan Berbayar Itu Nggak Selalu Mahal (Bikin Penjualan Naik Drastis)

  • Iklan Facebook Ads: Target audiensnya bisa banget disesuaikan, jadi iklan lo nggak sia-sia.
  • Iklan Instagram Ads: Cocok banget buat promosi produk atau jasa secara visual.
  • Iklan TikTok Ads: Buat video pendek yang catchy dan targetkan audiens yang tepat.
  • Tips bikin iklan yang efektif: Buat iklan yang relevan, gunakan gambar atau video yang menarik, dan buat call to action yang jelas.

4. Analisis Kinerja (Biar Tahu Apa yang Berhasil dan Gagal)

  • Gunakan tools gratis: Misalnya, Instagram Insights atau Facebook Insights.
  • Perhatikan metrik penting: Reach, impressions, engagement, dan conversion rate.
  • Belajar dari kesalahan: Kalau ada konten yang nggak perform baik, coba cari tahu kenapa.

Contoh Kasus: Misalnya, kamu punya akun Instagram tentang makanan.

Setelah bikin beberapa postingan, kamu lihat postingan tentang resep makanan manis lebih banyak yang dilihat dan di-like dibandingkan postingan tentang makanan asin.

Dari sini, kamu bisa menyimpulkan kalau followers kamu lebih suka makanan manis.

Intinya, sosial media itu kayak taman yang perlu kita rawat. Kalau kita rajin nyiram, memberi pupuk, dan menyiangi rumput liar, pasti tanaman kita akan tumbuh subur.

Sama halnya dengan akun sosial media, kalau kita rajin berinteraksi dengan followers dan membuat konten yang berkualitas, akun kita pasti akan berkembang dengan baik.

Gimana? Udah siap jadi sosial media expert?

Mau lanjut ke bab berikutnya? Kita bisa bahas tentang SEO, biar website kamu gampang ketemu di Google.

SEO itu Bikin Website Lo Ketemu di Google (Biar Nggak Tenggelam di Lautan Internet)

Ini kayaknya pernah dengar deh tentang SEO, tetapi belum paham bagaimana maksudnya, lo mikir gitu juga gak? Atau udah pernah juga baca tentang perbedaan SEO dan SEO dalam Digital Marketing ?

Mengenal SEO: Langkah Awal Meningkatkan Visibilitas Online

1. Kenapa SEO Itu Penting? (Biar Website Lo Jadi Primadona)

Tau kan Google? Bayangin lo lagi nyari resep mie instan di Google.

Pasti lo pengen banget kan langsung ketemu website yang jelas dan lengkap resepnya.

Nah, SEO itu yang bikin website lo jadi pilihan pertama buat pengguna Google. Dengan SEO, website lo punya peluang lebih besar untuk ditemukan oleh orang-orang yang lagi nyari produk atau layanan yang lo tawarin.

Untuk bisa ditemukan oleh orang-orang, lo harus mengerti yang disebut dengan Kata Kunci (Keyword).

2. Keyword Itu Apa Sih? (Kunci Sukses SEO)

Keyword itu kayak kata kunci ajaib yang bisa bikin website lo muncul di hasil pencarian Google.

Misal, kalau lo jualan baju anak-anak, keyword yang relevan bisa jadi “baju anak lucu”, “baju anak murah”, atau “baju anak terbaru”.

Dengan memilih keyword yang tepat, Google akan tahu kalau website lo relevan dengan kata kunci tersebut dan menampilkannya di hasil pencarian.

3. Cara Nyari Keyword yang Relevan (Biar Nggak Salah Sasaran)

Yang ini jangan lo lewatin ya, karena kalau udah tau cara nyari keyword yang relevan, pasti lo mudah bergerak ke jenjang berikutnya tentang dunia digital marketing.

  • Gunakan tools gratis: Ada banyak tools gratis yang bisa bantu lo nyari keyword, misalnya Google Search, Google Trens, Ubersuggest, Google Keyword Planner dan lainnya.
  • Lihat apa yang lagi dicari orang: Perhatikan apa yang sering ditanyakan di kolom pencarian Google.
  • Analisa kompetitor: Lihat keyword apa yang digunakan oleh kompetitor lo.

4. On-Page SEO (Bikin Rumah Lo Jadi Nyaman)

On-page SEO itu kayak ngerapihin rumah biar kelihatan menarik. Ini termasuk:

  • Judul halaman (title tag): Judul yang jelas dan mengandung keyword utama.
  • Deskripsi meta: Deskripsi singkat tentang halaman yang juga mengandung keyword.
  • Konten berkualitas: Tulisan yang mudah dipahami, informatif, dan relevan dengan keyword.
  • Struktur halaman: Gunakan heading (H1, H2, H3) untuk membagi konten jadi bagian-bagian yang lebih kecil.
  • Gambar yang dioptimasi: Gunakan gambar dengan ukuran yang pas dan beri nama file dengan keyword yang relevan.
  • Internal Link: Menghubungkan artikel yang 1 dengan yang lain dan saling berkaitan
  • External Link: Memberikan sumber referensi yang valid dan terpercaya

5. Off-Page SEO (Bikin Banyak Teman)

Off-page SEO itu kayak ngebuat banyak teman. Ini termasuk:

  • Backlink: Dapatkan link dari website lain yang mengarah ke website lo. Semakin banyak backlink berkualitas, semakin baik.
  • Social media: Promosikan website lo di sosial media.
  • Artikel tamu: Tulis artikel tamu di blog orang lain.

Contoh Sederhana:

Misalnya, lo punya blog tentang resep masakan. Lo bisa cari keyword seperti “resep kue ulang tahun” atau “resep makanan sehat”.

Setelah itu, tulis artikel dengan judul “Resep Kue Ulang Tahun Cokelat yang Lembut dan Mudah Dibuat” dan sertakan keyword tersebut di judul, deskripsi, dan di sepanjang artikel.

Jangan lupa sertakan gambar kue yang menarik dan optimize gambar tersebut dengan keyword yang relevan.

Intinya, SEO itu kayak lagi main puzzle.

Semua bagian harus pas dan saling terhubung agar menghasilkan gambar yang utuh.

Dengan melakukan SEO dengan benar, website lo akan lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan dan bisnis lo bisa berkembang.

Gimana, udah mulai paham kan pentingnya SEO? Kita lanjut ke bahasan berikutnya, yuk!

Menganalisis dan Evaluasi (Biar Tau Apa yang Jalan dan Apa yang Nggak)

Bayangin kamu lagi masak. Kamu kan pengen masakanmu enak, ya? Nah, buat bikin masakan yang enak, kamu harus cobain dulu rasanya, baru tau apa yang kurang asin, kurang manis, atau kurang pedas.

Sama halnya dengan digital marketing, kita juga perlu ngerasain dulu hasil dari usaha kita.

Caranya?

Dengan menganalisis dan evaluasi!

1. Tools yang Berguna (Biar Nggak Kebingungan)

  • Google Analytics: Ini kayak koki pribadi buat website kamu. Dia bisa ngasih tau kamu siapa aja yang dateng ke website kamu, dari mana mereka berasal, dan apa aja yang mereka lakuin di website kamu.
  • Facebook Insights: Kalau Google Analytics buat website, Facebook Insights ini khusus buat akun Facebook kamu. Dia bisa ngasih tau kamu seberapa banyak orang yang lihat postingan kamu, berapa banyak yang like, dan lain-lain.
  • Instagram Insights: Sama kayak Facebook Insights, tapi ini khusus buat Instagram.
  • Tools lainnya: Selain itu, masih banyak tools lain yang bisa kamu pakai, seperti Google Search Console, SEMrush, dan banyak lagi.

2. Cara Baca Data (Biar Nggak Kebingungan)

Data-data yang dihasilkan dari tools analisis ini kayak resep masakan. Kita harus bisa baca dan pahami artinya. Beberapa data yang penting untuk diperhatikan:

  • Traffic: Berapa banyak orang yang mengunjungi website atau profil sosial media kamu.
  • Engagement: Seberapa banyak orang yang berinteraksi dengan konten kamu (like, comment, share).
  • Conversion rate: Persentase pengunjung yang melakukan tindakan yang diinginkan (misalnya, membeli produk, mengisi formulir).

Contoh: Kalau kamu lihat traffic website kamu naik, tapi engagement-nya rendah, berarti orang banyak yang datang tapi nggak tertarik dengan konten kamu.

Nah, ini tandanya kamu perlu bikin konten yang lebih menarik.

3. Belajar dari Kesalahan (Biar Makin Jago)

Nggak ada orang yang langsung jago dalam sekali coba. Pasti ada aja yang salah atau kurang pas. Yang penting adalah kita bisa belajar dari kesalahan itu.

  • Identifikasi masalah: Cari tahu apa yang menyebabkan strategi kamu nggak berhasil.
  • Cari solusi: Cari tahu solusi apa yang bisa diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut.
  • Uji coba: Terus coba hal-hal baru dan lihat hasilnya.
  • Jangan menyerah: Kalau sekali gagal, jangan langsung menyerah. Teruslah belajar dan berinovasi.

Contoh: Kalau iklan Facebook kamu nggak menghasilkan penjualan, coba cek lagi target audiens kamu. Mungkin target audiens kamu terlalu luas atau kurang relevan dengan produk kamu.

Intinya, analisis dan evaluasi itu penting banget untuk memastikan bahwa semua upaya marketing yang kamu lakukan berjalan dengan baik. Dengan memahami data dan belajar dari kesalahan, kamu bisa terus meningkatkan kinerja digital marketing kamu.

Gimana, udah siap jadi data analyst dadakan?

Inget ya, kunci sukses dalam digital marketing itu adalah terus belajar dan beradaptasi. Dunia digital itu cepat banget berubah, jadi kita harus selalu update informasi terbaru.

Terakhir nih.

Jadi Digital Marketer yang Sukses (Biar Kariermu Makin Cemerlang)

Tidak ada yang instant gaes. Ini bukan seperti perlombaan lari jarak pendek, tetapi ini seperti marathon, pelan-pelan yang penting sampai ke tujuan.

Langkah awal digital marketing bagi pemula

1. Mindset yang Penting (Biar Nggak Mudah Menyerah)

Jadi digital marketer itu kayak naik gunung. Pasti ada aja tanjakan yang bikin capek dan pengen nyerah. Tapi, kalau kita punya mindset yang kuat, pasti bisa sampai ke puncak.

Nih beberapa mindset yang penting:

  • Semangat: Harus punya semangat yang tinggi buat terus belajar dan berkembang.
  • Pantang menyerah: Jangan gampang menyerah kalau ada kendala.
  • Terus belajar: Dunia digital marketing itu berkembang sangat cepat, jadi kita harus terus belajar hal-hal baru.
  • Kreatif: Selalu berpikir out of the box untuk menemukan ide-ide baru.
  • Adaptif: Siap untuk menghadapi perubahan dan tantangan baru.

2. Networking (Biar Punya Banyak Teman)

Bikin koneksi dengan orang-orang yang punya minat yang sama itu penting banget.

Kenapa?

Karena mereka bisa jadi sumber inspirasi, informasi, dan bahkan peluang kerja.

  • Ikut komunitas: Gabung komunitas digital marketer di media sosial atau forum online.
  • Hadiri event: Datang ke seminar, workshop, atau konferensi digital marketing.
  • Kolaborasi: Kerja sama dengan digital marketer lain untuk bikin proyek bareng.

3. Update Terus (Biar Nggak Ketinggalan Zaman)

Dunia digital marketing itu kayak fashion. Modelnya terus berubah. Kalau kita nggak update informasi terbaru, bisa-bisa kita ketinggalan zaman.

  • Baca blog dan artikel: Banyak blog dan artikel yang membahas tentang tren terbaru di dunia digital marketing.
  • Ikuti influencer: Follow akun-akun digital marketer terkenal di sosial media.
  • Join grup Facebook: Banyak grup Facebook yang membahas topik-topik seputar digital marketing.
  • Ikuti kursus online: Ada banyak kursus online yang bisa kamu ikuti untuk meningkatkan skill kamu.

Contoh Kasus: Dulu, Instagram cuma platform untuk berbagi foto. Tapi sekarang, Instagram udah jadi platform yang sangat powerful untuk bisnis. Kalau kamu nggak update informasi terbaru tentang fitur-fitur baru Instagram, kamu bisa ketinggalan banyak peluang.

Intinya, jadi digital marketer itu nggak cuma soal skill, tapi juga soal mindset dan networking. Dengan memiliki mindset yang positif, membangun koneksi yang kuat, dan terus belajar, kamu bisa meraih kesuksesan di dunia digital marketing.

Terus semangat ya! Dunia digital marketing menanti kamu.

Tibalah saatnya pada kesimpulan.

Kesimpulan: Jadi Digital Marketer Itu Asik!

Kenapa sih jadi digital marketer itu asik? Karena lo bisa jadi bos dari diri lo sendiri! Keren kan? Lo bisa bikin konten yang kreatif, ngobrol sama banyak orang, dan yang paling penting, bisa menghasilkan uang dari hobi lo.

Inget poin-poin penting ini ya:

  • Belajar terus: Dunia digital marketing itu kayak fashion, selalu ada tren baru. Jadi, jangan pernah berhenti belajar.
  • Praktik langsung: Teori doang nggak cukup, lo harus coba langsung. Bikin akun sosial media, buat website, atau coba bikin iklan.
  • Bikin koneksi: Networking itu penting banget. Kenal sama banyak orang di bidang yang sama bisa buka banyak peluang.
  • Jangan takut gagal: Semua orang pernah gagal. Yang penting adalah kita bisa belajar dari kesalahan dan terus mencoba.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, mulai belajar digital marketing sekarang juga! Banyak banget sumber belajar yang bisa lo akses secara gratis, mulai dari YouTube, blog, sampai kursus online.

Inget ya, dengan konsisten dan semangat yang tinggi, lo pasti bisa jadi digital marketer yang sukses. Siapa tahu, nanti lo bisa punya bisnis online sendiri atau jadi konsultan digital marketing yang terkenal.

Gimana, tertarik untuk nyebur ke dunia digital marketing? Jangan ragu untuk mulai dari sekarang!

Yuk, sama-sama kita belajar dan berkembang jadi digital marketer yang keren!

Ngga Ngerti Bedanya Digital Marketing sama Internet Marketing? Dijamin Auto Ngakak!

Ngga Ngerti Bedanya Digital Marketing sama Internet Marketing? Dijamin Auto Ngakak!

Pernah ngerasa kayak lagi nyasar di hutan belantara digital? Bingung bedain antara digital marketing sama internet marketing? Tenang aja, kamu nggak sendirian! Banyak banget yang masih sering salah kaprah soal dua istilah ini.

Nah, daripada kamu makin pusing, mending simak penjelasan santai kita berikut ini. Dijamin, setelah baca ini, kamu bakal langsung paham dan auto ngakak!

Baper Karena Bingung Digital Marketing vs Internet Marketing

Siapa sih yang nggak pernah ngerasain bingung pas pertama kali denger istilah digital marketing dan internet marketing? Dua istilah ini sering banget disebut-sebut, tapi apa sih bedanya?

Perbedaan digital maketing dengan internet marketing
Perbedaan digital maketing dengan internet marketing

Buat yang baru terjun ke dunia bisnis online, pasti sering banget nanya-nanya sama temen atau googling sana-sini.

1. Perasaan bingung ini tuh kayak lagi nyari jodoh

Udah deh, kita kasih analogi yang lebih gampang aja. Bayangin kamu lagi nyari jodoh. Ada yang milih jalanin online dating, ada juga yang lebih suka kenalan langsung di dunia nyata.

Nah, digital marketing itu kayak dunia kencan yang lebih luas. Bisa lewat aplikasi dating, sosial media, bahkan sampai iklan di jalan raya. Sedangkan internet marketing itu lebih fokus ke dunia online dating aja.

2. Pernah ngalamin kejadian kayak gini?

Kamu ikutan workshop digital marketing, eh pas sampe sana malah bingung bedain materi yang satu sama yang lain.

Atau mungkin kamu udah coba berbagai macam strategi marketing, tapi hasilnya nggak sesuai ekspektasi?

Tenang aja, itu wajar banget kok. Banyak banget faktor yang bisa mempengaruhi keberhasilan sebuah strategi marketing.

3. Singkatnya, feeling bingung itu manusiawi banget.

Apalagi kalau kamu baru mulai belajar tentang dunia digital marketing.

Tapi jangan khawatir, dengan penjelasan yang mudah dipahami dan contoh-contoh yang kocak, kita bakal bahas tuntas perbedaan antara digital marketing dan internet marketing.

Dijamin, setelah baca artikel ini, kamu bakal jadi lebih paham dan nggak bingung lagi!

Bedain Digital Marketing vs Internet Marketing

Untuk memudahkanmu tabel perbandingan antara digital marketing dan internet marketing ini bisa membantumu.

Fitur Digital Marketing Internet Marketing
Pengertian Sederhana Semua strategi pemasaran yang memanfaatkan teknologi digital, baik online maupun offline. Strategi pemasaran yang khusus memanfaatkan internet untuk menjangkau target audiens.
Contoh Iklan di TV, billboard elektronik, email marketing, SEO, SEM, sosial media marketing. SEO, SEM, email marketing, pemasaran konten, iklan online.
Jangkauan Lebih luas, mencakup berbagai media digital. Lebih spesifik, fokus pada internet.
Tujuan Menjangkau audiens yang lebih luas, membangun brand awareness, meningkatkan penjualan. Sama seperti digital marketing, tapi lebih spesifik pada pengguna internet.
Contoh Kegiatan Membuat konten menarik, berinteraksi dengan pelanggan di sosial media, membuat iklan video, mengadakan event offline. Membuat blog, mengoptimalkan website, beriklan di Google Ads, menjalankan kampanye email marketing.
Analogi Kayak seorang penjual yang punya banyak alat promosi, mulai dari brosur, spanduk, sampai iklan di radio. Kayak seorang penjual yang fokus promosi di pasar online.

Intinya:

  • Digital marketing itu lebih luas, kayak lautan yang gede banget. Semua kegiatan pemasaran yang pakai teknologi digital masuk ke sini.
  • Internet marketing itu kayak kolam renang di dalam lautan itu. Lebih fokus pada kegiatan pemasaran yang dilakukan di internet aja.

Jadi, bisa dibilang internet marketing itu adalah bagian dari digital marketing.

Contoh lain yang lebih sederhana:

Kalau kamu punya warung makan, kamu bisa promosiin warung makan kamu lewat:

  • Digital marketing: Bikin menu online, pasang iklan di Instagram, bikin event makan-makan, pasang banner di depan warung.
  • Internet marketing: Bikin website warung makan, pasang iklan Google Ads, kirim email promo ke pelanggan setia.

Gampang kan bedainnya?

Kalau masih ada yang kurang jelas, jangan ragu untuk bertanya ya!

Ayo kita bahas topik lain tentang digital marketing?

8 Jebakan Batman di Dunia Digital

Kalau tadi kita sekilas bahas tentang kebingungan masuk dalam dunia digital, ini jebakan-jebakan yang kamu harus hindari agar tidak terjebak.

1. Keliru Memilih Senjata

Sama seperti perang, dalam dunia digital marketing, kita butuh senjata yang tepat untuk memenangkan pertempuran.

Sayangnya, banyak pemula yang salah pilih senjata. Ada yang terlalu fokus pada kuantitas followers di sosial media, tapi kualitas engagement-nya minim.

Ada juga yang menghabiskan banyak uang untuk iklan berbayar, tapi target market-nya meleset jauh.

Contoh: “Bayangin kamu lagi perang bawa pedang, tapi lawanmu bawa tank.

Pasti kalah telak kan?

Nah, sama aja kalau kamu cuma fokus bikin konten di Instagram, tapi nggak ngurusin SEO. Apalagi ini SEO? ah kocak emang digital marketing ini.

2. Terjebak dalam Lautan Informasi

Dunia digital marketing itu luas banget, informasinya juga banyak banget.

Mulai dari tutorial gratis di YouTube, ebook, sampai kursus berbayar.

Masalahnya, banyak banget informasi yang nggak relevan atau bahkan menyesatkan.

Contoh: “Kayak lagi nyari resep masakan, tapi malah nemu resep ramuan ajaib. Pas dicoba, malah bikin keracunan.”

3. Ngejar Tren Tanpa Rencana

Setiap hari pasti ada aja tren baru di dunia digital.

Mulai dari challenge di TikTok, sampai fitur baru di Instagram. Banyak orang yang ikut-ikutan tren tanpa memikirkan tujuan bisnisnya.

Contoh: “Ikutan bikin reels TikTok, tapi nggak tahu mau jual produk apa.”

4. Lupa Sama Target Market

Ini nih yang sering banget dilupain.

Banyak bisnis yang asal bikin konten tanpa memikirkan siapa yang mau diajak ngobrol.

Akibatnya, konten yang dihasilkan jadi nggak relevan dan nggak menarik minat calon pembeli.

Contoh: “Jualan produk kecantikan buat remaja, tapi kontennya isinya tutorial makeup untuk ibu-ibu.”

5. Nggak Sabaran Nunggu Hasil

Membangun bisnis online itu butuh proses. Nggak bisa langsung instan kayak mie instan. Banyak yang menyerah di tengah jalan karena nggak sabar melihat hasilnya.

Contoh: “Baru bikin website seminggu, udah nanya-nanya kapan ranking satu di Google.”

6. Takut Coba Hal Baru

Banyak orang yang nyaman dengan zona nyaman mereka. Begitu menemukan satu strategi yang berhasil, mereka enggan untuk mencoba hal baru.

Padahal, dunia digital marketing itu dinamis, selalu ada inovasi baru yang bisa meningkatkan performa bisnis.

Contoh: Ada seorang pengusaha yang sukses dengan menjual produknya di Instagram.

Dia merasa sudah cukup dengan satu platform ini dan enggan untuk mencoba platform lain seperti TikTok atau Pinterest, padahal potensi pasarnya sangat besar.

7. Nggak Mau Belajar dari Kesalahan

Setiap kesalahan adalah sebuah pelajaran berharga.

Namun, banyak orang yang justru menghindari kesalahan dan enggan untuk belajar dari pengalaman buruk.

Padahal, dengan belajar dari kesalahan, kita bisa menjadi lebih baik dan menghindari kesalahan yang sama di kemudian hari.

Seorang influencer gagal dalam menjalankan campaign promosi produk karena target market-nya tidak tepat.

Alih-alih mencari tahu penyebab kegagalannya, dia malah menyalahkan produk tersebut dan enggan untuk mencoba lagi.

8. Mengandalkan Alat Otomatis Saja

Alat-alat otomatisasi memang bisa sangat membantu dalam mengelola kegiatan marketing.

Namun, jangan sampai kita terlalu bergantung pada alat-alat ini. Kecerdasan buatan belum bisa sepenuhnya menggantikan peran manusia dalam membuat keputusan strategis.

Contoh: Seorang pemilik bisnis online menggunakan chatbot untuk menjawab semua pertanyaan pelanggan. Akibatnya, banyak pelanggan yang merasa tidak puas karena chatbot tidak bisa memberikan solusi yang tepat.

Jurus Ampuh Jadi Digital Marketer Jempolan

Kita lanjutkan yuk, bagaimana menjadi seorang digital yang ampuh dan jempolan. Ada 7 jurus yang perlu kami persiapkan, agar kamu bisa.

1. Kenali Dulu Lawanmu: Pentingnya Memahami Target Market

Sebelum terjun ke dunia digital marketing, kamu harus tahu dulu siapa sih yang mau kamu ajak kerja sama? Dengan mengenal target market, kamu bisa membuat konten yang relevan dan menarik minat mereka.

Contoh: Kalau kamu jualan produk skincare untuk remaja, ya jangan bikin konten yang isinya tutorial makeup untuk ibu-ibu.

2. Bikin Konten yang Bikin Nagih: Rahasia Konten Viral

Konten yang menarik itu kayak makanan enak, bikin orang ketagihan pengen lagi.

Buat konten yang informatif, menghibur, dan bermanfaat. Jangan lupa tambahin visual yang menarik dan caption yang bikin penasaran.

Contoh: Bikin video tutorial makeup yang unik dan lucu, atau bikin infografis tentang manfaat produkmu.

3. Manfaatkan Kekuatan Sosial Media: Jadi Influencer Dadakan

Sosial media itu kayak pasar yang rame banget.

Manfaatkan platform ini untuk promosi produk atau jasa kamu. Interaksi sama followers, bikin konten yang relevan, dan jangan lupa ikutan challenge yang lagi hits.

Contoh: Bikin konten kolaborasi dengan influencer lain, atau ikutan giveaway untuk meningkatkan engagement.

4. SEO Itu Penting: Biar Website-mu Jadi Juara Satu di Google

SEO itu kayak kata kunci ajaib yang bisa bikin website kamu muncul di halaman pertama Google. Dengan SEO, website kamu akan lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan.

Contoh: Riset kata kunci yang relevan dengan produk atau jasa kamu, lalu optimasi website dan konten kamu dengan kata kunci tersebut.

5: Jangan Lupa Ngevaluasi: Biar Tahu Mana yang Jalan dan Mana yang Nggak

Setelah menjalankan berbagai strategi marketing, jangan lupa untuk evaluasi hasilnya. Lihat mana yang berhasil dan mana yang perlu diperbaiki.

Contoh: Gunakan Google Analytics untuk melihat traffic website, jumlah konversi, dan sumber traffic.

6. Anggaran Terbatas? Tenang Aja, Ada Cara Murahnya!

Tidak punya budget besar bukan berarti kamu nggak bisa melakukan digital marketing.

Ada banyak cara kreatif dan murah untuk mempromosikan produk atau jasa kamu. Manfaatkan platform gratis, jaringan yang kamu miliki, dan konten yang berkualitas.

Contoh:

  • Manfaatkan sosial media gratis: Buat konten menarik di Instagram, TikTok, atau reels. Gunakan hashtag yang relevan untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
  • Buat email marketing: Bangun daftar email pelanggan dan kirim newsletter secara berkala.
  • Manfaatkan forum dan komunitas online: Berpartisipasi aktif dalam diskusi dan berikan solusi pada masalah yang dihadapi oleh anggota komunitas.

7. Belajar dari Para Ahli

Bergabung dengan komunitas digital marketing adalah cara yang bagus untuk belajar dari para ahli digital marketing dan mendapatkan inspirasi baru. Kamu bisa mengikuti webinar, workshop, atau diskusi online.

Contoh:

  • Ikuti grup Facebook: Ada banyak grup Facebook yang membahas topik-topik seputar digital marketing.
  • Hadiri acara offline: Banyak event atau konferensi digital marketing yang diselenggarakan secara berkala.
  • Buat koneksi dengan sesama pelaku bisnis: Tukar pikiran dan pengalaman dengan sesama pengusaha.

8. Jangan Takut Gagal

Jangan takut untuk mencoba hal baru, meskipun berisiko gagal. Setiap kegagalan adalah kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri. Yang penting adalah kamu tidak menyerah dan terus berusaha.

  • Contoh:
    • A/B testing: Cobalah dua versi iklan atau konten yang berbeda untuk melihat mana yang lebih efektif.
    • Pelajari dari kompetitor: Analisis strategi marketing kompetitor dan cari tahu apa yang bisa kamu pelajari dari mereka.

Gagal itu kayak jatuh dari sepeda. Pasti sakit, tapi kalau kamu nggak mau belajar naik lagi, kamu bakal selamanya nggak bisa naik sepeda.

Kesimpulan

Perbedaan antara internet marketing dan digital marketing mungkin terlihat rumit pada awalnya, namun pada dasarnya keduanya saling berkaitan. Internet marketing adalah bagian dari digital marketing yang lebih luas. Yang terpenting adalah kamu memahami konsep dasar dan menerapkannya dalam bisnis kamu.

Dengan mengikuti tips dan trik yang telah dibahas, kamu bisa menjadi digital marketer yang handal dan sukses membawa bisnis kamu ke level yang lebih tinggi. Ingat, kunci sukses dalam digital marketing adalah konsistensi, kreativitas, dan semangat untuk terus belajar.

“Digital marketing itu kayak masak. Kamu butuh bahan-bahan yang berkualitas, resep yang tepat, dan sedikit sentuhan kreativitas untuk menghasilkan hidangan yang lezat.”

Sudah siap untuk menjadi digital marketer jempolan? Mulai dari sekarang, terapkan ilmu yang sudah kamu dapatkan dan jangan takut untuk bereksperimen. Ingat, setiap langkah kecil yang kamu ambil akan membawa kamu lebih dekat ke tujuanmu.

Untuk mengundang Pembicara Digital Marketing di Pekanbaru, kami siap membantu kelas anda agar berjalan dengan baik dan semestinya.

Pengertian Psikografis dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya

Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa orang-orang memiliki preferensi yang berbeda dalam memilih produk atau layanan? Jawabannya bisa ditemukan dalam psikografis, yaitu studi tentang aspek psikologis yang memengaruhi perilaku konsumen.

Pengertian Psikografis
Pengertian Psikografis

Penting bangat anda tau, sebelum baca lebih lanjut artikel ini ;

  • Pengaruh Psikografis pada Keputusan Pembelian: Menurut penelitian, lebih dari 60% konsumen membuat keputusan pembelian berdasarkan nilai, sikap, dan gaya hidup mereka.
  • Pengaruh Psikografis dalam Personalisasi Konten: Sekitar 70% pemasar melaporkan bahwa penggunaan informasi psikografis membantu dalam personalisasi konten pemasaran, yang meningkatkan keterlibatan dan respons konsumen.
  • Targeting Efektif: Menggunakan data psikografis dapat meningkatkan efektivitas targeting hingga 30%, karena memungkinkan pemasar untuk mengidentifikasi segmentasi yang lebih akurat dan relevan.

Dengan demikian, psikografis adalah faktor penting dalam menentukan target audiens karena dapat membantu pemasar memahami motivasi dan preferensi konsumen dengan lebih baik, yang pada gilirannya meningkatkan keberhasilan kampanye pemasaran dan strategi bisnis secara keseluruhan.

Nah jadi penasaran kan apa itu Psikografis dan manfaat mengetahuinya?

Apa itu Psikografis?

Psikografis adalah ilmu yang mempelajari bagaimana karakteristik psikologis seperti gaya hidup, nilai-nilai, minat, kepribadian, dan opini memengaruhi perilaku konsumen dalam membeli dan menggunakan produk atau layanan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Psikografis

1. Gaya Hidup

  • Aktivitas: Bagaimana konsumen menghabiskan waktu luang mereka?
  • Minat: Apa yang menarik bagi mereka?
  • Opini: Apa pendapat mereka tentang berbagai isu?

2. Nilai-nilai:

  • Keyakinan: Apa yang mereka anggap penting dalam hidup?
  • Sikap: Bagaimana mereka memandang dunia?

3. Kepribadian:

  • Sifat: Apakah mereka ekstrovert atau introvert?
  • Kebiasaan: Bagaimana kebiasaan mereka sehari-hari?

4. Demografi:

  • Usia: Bagaimana usia memengaruhi pilihan mereka?
  • Jenis kelamin: Apakah ada perbedaan preferensi antara pria dan wanita?
  • Pendapatan: Bagaimana tingkat pendapatan memengaruhi pilihan mereka?

Bagaimana cara menganalisis target audiens, sudah kita bahas sebelumnya secara lengkap, juga mengenai demografi.

Manfaat Memahami Psikografis

Memahami psikografis konsumen memberikan banyak manfaat bagi bisnis, terutama dalam meningkatkan penjualan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan.

Berikut adalah beberapa manfaatnya:

1. Menargetkan Audiens yang Tepat

Dengan memahami psikografis, Anda dapat mengidentifikasi target audiens yang ideal untuk produk Anda. Hal ini memungkinkan Anda untuk:

  • Membuat pesan marketing yang lebih relevan dan menarik: Anda dapat menyesuaikan pesan marketing Anda dengan nilai-nilai, minat, dan gaya hidup target audiens Anda.
  • Menggunakan saluran marketing yang tepat: Anda dapat memilih saluran marketing yang paling sering digunakan oleh target audiens Anda.
  • Meningkatkan efisiensi marketing: Anda dapat menghindari pemborosan sumber daya dengan menargetkan audiens yang tidak tertarik dengan produk Anda.

Contoh:

Misalkan Anda menjual produk kecantikan anti-aging untuk wanita berusia 35-45 tahun.

Dengan memahami psikografis, Anda dapat mengetahui bahwa target audiens Anda kemungkinan besar adalah wanita yang:

  • Peduli terhadap penampilan dan kesehatan kulitnya.
  • Memiliki gaya hidup yang sibuk dan aktif.
  • Mencari produk yang berkualitas tinggi dan efektif.
  • Bersedia membayar lebih untuk produk yang terbukti bermanfaat.

Dengan informasi ini, Anda dapat membuat pesan marketing yang menekankan pada manfaat produk anti-aging Anda, seperti:

  • Membantu mengurangi keriput dan garis halus.
  • Melembabkan dan mencerahkan kulit.
  • Membuat kulit tampak lebih muda dan segar.

Anda juga dapat memilih saluran marketing yang tepat untuk menjangkau target audiens Anda, seperti:

  • Iklan di majalah wanita, contoh ya.
  • Posting di media sosial seperti Instagram dan Facebook.
  • Bekerja sama dengan influencer yang memiliki target audiens yang sama.

2. Mengembangkan Produk dan Layanan yang Lebih Baik

Dengan memahami kebutuhan dan keinginan konsumen, Anda dapat mengembangkan produk dan layanan yang lebih sesuai dengan harapan mereka.

Hal ini memungkinkan Anda untuk:

  • Meningkatkan kepuasan konsumen: Konsumen akan lebih puas dengan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
  • Meningkatkan loyalitas konsumen: Konsumen yang puas dengan produk dan layanan Anda akan lebih likely untuk terus membeli dari Anda.
  • Meningkatkan pangsa pasar: Anda dapat menarik konsumen baru dengan menawarkan produk dan layanan yang lebih baik daripada pesaing Anda.

Contoh:

Berdasarkan pemahaman psikografis target audiens Anda, Anda dapat mengetahui bahwa mereka:

  • Mencari produk anti-aging yang aman dan alami.
  • Memilih produk yang mudah digunakan dan tidak memakan waktu lama.
  • Menghargai produk yang memiliki nilai estetika tinggi.

Dengan informasi ini, Anda dapat mengembangkan produk anti-aging yang:

  • Terbuat dari bahan-bahan alami dan aman.
  • Memiliki formula yang mudah diaplikasikan dan cepat menyerap.
  • dikemas dengan desain yang menarik dan modern.

3. Meningkatkan Brand Awareness dan Loyalitas Konsumen

Dengan memahami nilai-nilai dan minat konsumen, Anda dapat membangun hubungan yang lebih kuat dengan mereka.

Hal ini memungkinkan Anda untuk:

  • Meningkatkan brand awareness: Konsumen akan lebih mudah mengingat brand Anda jika Anda dapat menunjukkan bahwa Anda memahami mereka.
  • Meningkatkan loyalitas konsumen: Konsumen akan lebih loyal kepada brand Anda jika mereka merasa dihargai dan dipahami.
  • Meningkatkan advokasi brand: Konsumen yang loyal akan lebih likely untuk merekomendasikan brand Anda kepada orang lain.

Contoh:

Anda dapat membangun hubungan yang lebih kuat dengan target audiens Anda dengan:

  • Menawarkan konten yang bermanfaat dan menarik bagi mereka di blog atau media sosial Anda
  • Memberikan layanan pelanggan yang excellent.
  • Membangun komunitas online untuk pelanggan Anda.

Dengan memahami psikografis konsumen, Anda dapat membuka kunci berbagai peluang untuk meningkatkan penjualan, membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, dan mencapai kesuksesan dalam bisnis Anda.

Catatan:

  • Pastikan untuk melakukan riset psikografis yang mendalam untuk mendapatkan pemahaman yang baik tentang target audiens Anda.
  • Gunakan informasi psikografis untuk membuat strategi marketing yang terarah dan efektif.
  • Pantau dan ukur hasil dari strategi marketing Anda untuk memastikan bahwa Anda mencapai tujuan Anda.

Penutup

Memahami psikografis adalah kunci untuk memahami perilaku konsumen dan mencapai kesuksesan dalam bisnis.

Dengan mempelajari faktor-faktor yang memengaruhi psikografis, Anda dapat menargetkan audiens yang tepat, mengembangkan produk dan layanan yang lebih baik, dan meningkatkan brand awareness dan loyalitas konsumen.

Untuk anda yang ada di Pekanbaru, mencari tempat belajar digital marketing atau ingin mengundang sebagai pemateri digital marketing, kami siap membantu, hubungi WA 0812 3000 2056.